Operasi Miom: Pengertian, Penyebab, Gejala dan Solusi

Posted on 128 views

Operasi miom merupakan satu-satunya pengobatan bagi penderita dengan gejala cukup parah. Namun apabila Anda merasa tidak terganggu, maka tidak membutuhkan sebuah perawatan sampai pembedahan. Lalu apa sebenarnya miom itu dan bagaimana saja gejalanya?

Pengertian Miom

Miom hanya bisa diderita oleh seorang wanita. Tumor jinak ini bisa tumbuh dalam rahim dan dapat tumbuh terus menerus hingga ukuran yang membesar. Bahkan benjolan bisa berkembang baik di dalam maupun luar dinding rahim.

Kelompok yang lebih berisiko menderita miom bisa berasal dari wanita sedang mengandung, wanita dengan berat badan berlebih serta riwayat turunan dari anggota keluarga. Selain itu, usia 30 sampai 50 lebih rentan untuk mengalami tumor jinak ini. Lantas, apa saja penyebabnya?

Beberapa faktor dikenal sebagai pemicu terbentuknya tumor pada rahim ini. Pertama, hormon estrogen yang dihasilkan sehingga dapat menyebabkan terjadinya penebalan rahim saat menstruasi. Apabila penebalan terus tumbuh maka terbentuklah miom.

Kedua, kehamilan dapat memicu meningkatnya produksi hormon estrogen tadi sehingga bisa mengundang terbentuknya miom. Terakhir, anggota keluarga yang sebelumnya memiliki riwayat penyakit ini maka akan lebih mudah menurunkan resiko pada penderita.

Kenali Gejala Miom Berikut

Seorang wanita umumnya jarang merasakan bila ada benjolan sedang tumbuh di rahimnya. Gejala yang diderita terkadang tidak bisa disadari dan dirasakan sampai adanya pemeriksaan dokter. Sebab biasanya jenis tumor tidak memiliki tanda-tanda pada penderitanya.

Tanda-tanda yang timbul dan dapat mengganggu penderitanya seperti frekuensi buang air kecil meningkat, merasakan nyeri dan tekanan pada bagian bawah perut mengalami pendarahan berlebihan saat menstruasi. Lalu, bagaimana pengobatannya?

Apabila miom masih tumbuh dengan ukuran kecil dan tidak bertambah banyak, maka tidak memerlukan adanya perawatan khusus. Meskipun tidak perlu adanya pengobatan, alangkah baiknya jika Anda rutin cek di dokter.

Apabila gejala yang dirasakan akibat tumbuhnya miom sangat mengganggu dan sudah cukup parah maka pengangkatan tumor lewat operasi harus segera dilakukan. Sebab biasanya pengobatan saja tidak cukup efektif bagi penderita dengan benjolan sudah besar dan berjumlah banyak.

Jenis-jenis Operasi Miom

Butuh tidaknya melakukan tindakan pembedahan bergantung pada gejala pasien. Tanda-tanda yang dirasakan juga dipengaruhi oleh jumlah, ukuran serta lokasi dari miom itu sendiri. Adanya rencana hamil atau tidak juga harus diketahui. Berbagai jenis operasi miom di antaranya:

  1. Ablasi Endometrium

Penderita disarankan melakukan tindakan operasi ini apabila ukuran dari tumor masih kecil namun gejala yang dirasakan sudah memburuk. Ablasi Endometrium dilakukan agar dapat menghilangkan atau menghancurkan lapisan rahim apabila miom berada di permukaan dinding rahim.

Ablasi Endometrium dibantu dengan laser, panas, pembekuan serta menggunakan arus listrik. Setelah operasi berhasil, pendarahan pada penderita bisa dikurangi bahkan bisa berhenti total. Tindakan ini sangat efektif bagi seorang penderitanya sebab pemulihan juga terbilang cepat.

  • Embolisasi Arteri pada Uterus

Tindakan operasi akan direkomendasikan bagi penderita yang mengalami pendarahan hebat serta nyeri sangat mengganggu. Embolisasi arteri pada uterus ini dilakukan agar bisa mengecilkan tumor tersebut serta dapat menghilangkan gejalanya sampai hilang.

Embolisasi arteri pada uterus dilakukan tanpa memotong pembuluh darah melainkan dokter menginjeksikan suatu zat yang nantinya bisa memotong penyuplaian darah pada miom tersebut. Meskipun gejalanya bisa hilang namun benjolan pada rahim masih bisa tumbuh kembali.

  • Miolisis

Dokter akan merekomendasikan agar melakukan tindakan ini apabila benjolan masih berukuran kecil. Miolisis nantinya bertujuan untuk memotong pembuluh sebagai jalannya suplai darah melalui pembekuan atau pemanasan sehingga miom mengalami penyusutan dan mati.

Operasi miolisi dapat memungkinkan terjadinya infeksi pada rahim yang mempengaruhi kesuburan bagi penderita. Dengan begitu apabila pasien masih memiliki rencana untuk hamil kedepannya, hal ini harus dibicarakan dengan dokter terlebih dahulu.

  • Histerektomi

Histerektomi perlu dilakukan bagi penderita yang memiliki gejala sangat parah, pendarahan hebat serta ukuran dari miom sudah sangat besar. Tindakan operasi ini akan mengangkat sebagian bahkan seluruh rahim pasien sehingga miom tidak bisa tumbuh kembali.

Namun rencana menambah momongan harus didiskusikan terlebih dahulu sebab histerektomi ini dapat menurunkan kemampuan seseorang untuk bisa hamil. Selain itu, waktu pemulihannya juga cukup lama sebab merupakan salah satu operasi besar dan membutuhkan waktu lama.

  •  Miomektomi

Miomektomi merupakan tindakan untuk menghilangkan atau mengangkat tumor jinak pada rahim dengan adanya proses pembedahan. Apabila gejala cukup mengganggu seperti pendarahan terus menerus serta buang air kecil terlalu sering, operasi ini akan disarankan oleh dokter.

Operasi ini disarankan bagi pasien yang masih merencanakan adanya kehamilan kedepannya sebab miomektomi akan meninggalkan jaringan pada rahim kembali sehat. Tindakan ini dilakukan berdasarkan jenis, ukuran serta posisi dari miom itu sendiri. Terdapat 3 pilihan di antaranya:

  • Miomektomi Abdominal

Tindakan operasi ini dilakukan apabila ukuran dari miom sudah sangat besar serta jumlahnya sudah banyak selain itu lokasinya yang ada di bagian dalam. Pendarahan serta gejala pada penderita cukup parah sehingga harus ditindak dengan pembedahan ini.

Dokter akan membuka bagian bawah perut pasien untuk mengambil dan menghilangkan miomnya. Biasanya pemulihan yang dibutuhkan cukup lama dari 2 sampai 6 minggu. Setelah dilakukan operasi miomektomi abdominal, penderita diharuskan rawat inap kurang lebih selama 3 hari.

  • Histeroskopi

Biasanya dilakukan pada benjolan miom yang masih berukuran kecil dan jumlahnya belum banyak. Prosedurnya, dokter akan memasukkan sebuah teropong dari selang selastis dilengkapi kamera untuk melihat serta memeriksa keadaan dari vagina sampai rahim.

Apabila dokter sudah menemukan posisi dari miom, benjolan tersebut akan dipotong lalu dihancurkan. Setelah tindakan operasi selesai, pemulihan bisa dibilang lebih singkat daripada yang memerlukan pembedahan. Nyeri seperti kram dan adanya bercak darah adalah hal normal.

  • Laparoskopi

Laparoskopi juga ditujukan bagi benjolan miom yang masih kecil serta jumlahnya masih sedikit. Tindakan ini membutuhkan adanya pembedahan untuk membuat dua sayatan kecil pada bagian perut penderita namun tidak selebar pada operasi miomektomi abdominal

Dibantu dengan sebuah teropong untuk melihat keadaan dalam rahim. Apabila sudah menemukan posisi dari miom, dokter akan memasukkan alat lain ke lubang sayatan satunya guna menghancurkan dan menghilangkan benjolan tersebut. Biasanya memerlukan rawat inap hanya satu hari.

  • Bedah Ultrasound Menggunakan Pemindaian MRI

Tindakan ini dilakukan dengan tujuan memperkecil ukuran dari miom. Pemindaian MRI sendiri ditujukan agar bisa menemukan posisi dari benjolan pada rahim. Setelah itu, gelombang ultra ber-energi tinggi akan dikirimkan untuk mengecilkan miom tersebut.

Pemulihan dengan waktu lama tidak dibutuhkan oleh penderita yang melakukan operasi jenis ini.. Namun tindakan ini memang membutuhkan kurang lebih sampai 2 jam, pemindaian MRI bisa memakan hingga 1 jam sedangkan pemeriksaan ultrasound berlangsung 20 – 40 menit.

Hal di atas sudah menjelaskan tentang operasi miom cukup jelas. Apabila Anda akan melakukan operasi miom, diskusikan tentang prosedur dan efek setelahnya bersama dokter kepercayaan. Segeralah cek jika mendapati tanda-tanda mirip dengan yang sudah disebutkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *