Pendarahan Implantasi yang Harus Dipahami

Posted on 139 views

Implantation bleeding atau pendarahan implantasi pasti dialami oleh wanita ketika berada di fase awal kehamilan. Hanya saja berbagai gejala yang dilami sering kali tidak disadari sehingga cenderung diabaikan sebagian besar orang.

Apa Itu Pendarahan Implantasi

Pendarahan implantasi merupakan darah atau bercak yang keluar dari vagina hanya saja berbeda dengan menstruasi. Hanya saja tidak semua wanita akan mengalaminya, bahkan bisa jadi tidak lebih dari 1/3 perempuan.

Pendarahan implantasi ini biasa terjadi di awal kehamilan dan secara umum sekitar 6 – 12 hari setelah pembuahan dilakukan. Hal ini pun sebenarnya juga tidak akan membahayakan si calon bayi serta normal untuk setiap wanita yang mengalaminya.

Secara umum antara darah implantasi dengan menstruasi bisa dibedakan dari ciri fisik meskipun sedikit sulit. Selain itu, meskipun kejadian ini dikatakan normal, namun jika yang terjadi terlalu banyak dan terlihat seirus, maka harus dilakukan konsultasi kepada ahlinya.

Penyebab Implantasi

Implantasi ini merupakan darah yang keluar di awal masa kehamilan. Maka, penyebabnya diawali dengan terjadinya pembuahan atau masuknya sel sperma menuju rahim sehingga akan terbentuk embrio atau calon jabang bayi.

Pada proses ini si embrio akan mulai menempel ke dinding rahim sehingga bisa tumbuh menjadi janin baru. Hanya saja pada tiap tahapannya akan menyebabkan perubahan hormon dan kondisi tubuh si ibu.

Salah satunya terjadinya pendarahan implantasi akibat dari si embrio yang melekatkan diri ke dinding rahim. Namun, tidak perlu khawatir karena hal ini adalah normal dan wajar terjadi pada wanita serta tidak akan membahayakan kesehatan si ibu maupun calon bayinya.

Cara Mengenali Pendarahan Implantasi

Sadar atau tidak kemunculan pendarahan implantasi ini sering membuat para wanita kebingungan untuk membedakannya dengan mestruasi biasa. Namun, terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengenalinya, yaitu:

  1. Pendarahan Terjadi Sebelum Menstruasi

Normalnya pendarahan yang terjadi pada implantasi ini akan terjadi sebelum masa menstruasi si wanita datang. Hanya saja hal ini dapat diamati dengan benar apabila siklus haid teratur, namun jika sebaliknya akan sulit untuk dibedakan.

Umumnya pendarahan ini akan terjadi di 6-12 hari setelah terjadi pembuahan. Namun, jika yang terjadi sebelum atau setelah rentang waktu yang disebutkan, maka bisa jadi itu bukan implantasi sehingga kalau siklus haid tidak teratur sebaiknya konsultasikan kepada ahlinya.

  • Warna Darah

Kemudian implantasi ini juga bisa diamati berdasarkan warna darah yang keluar. Meskipun begitu perlu diperhatikan jika hal ini tidak bisa dijadikan patokan, karena bisa jadi antara wanita satu dengan yang lainnya akan berbeda.

Hanya saja rata-rata jika yang keluar berupa darah implantasi, maka akan berwarna lebih cerah atau lebih tepatnya merah muda. Sedangkan untuk menstruasi akan lebih gelap kecoklatan.

  • Tanpa Gumpalan

Pada faktanya pendarahan yang terjadi karena implantasi ini tanpa ada gumpalan sedikit pun serta darah lebih bersih. Dengan begitu, akan lebih mudah dibedakan dengan mestruasi yang cenderung gelap dan menggumpal.

Selain itu, pendarahan yang terjadi juga lebih ringan dan terus-menerus, namun yang keluar hanya berupa bercak-bercak saja. Hal ini dapat Anda amati dengan mudah karena biasanya menempel di celana dalam atau ketika sedang mengusapnya dengan tisu toilet.

  • Perbedaan Konsistensi

Dari segi konsistensi antara implantasi dengan menstruasi sangatlah berbeda. Apabila terjadi haid, saat di awal memang terasa ringan, akan tetapi semakin lama akan lebih berat dan banyak disertai dengan gumpalan atau darah beku.

Sedangkan untuk pendarahan implantasi lebih ringan dan akan tetap seperti ini hingga waktu berakhir atau setelah melewati 3 hari. Oleh karena itu, jika di awal Anda merasa ini adalah tanda kehamilan, namun tiba-tiba darah yang keluar menjadi berat, maka bisa jadi itu adalah haid.

  • Durasi yang pendek

Pendarahan implantasi ini memiliki ciri khas, bahwa setiap kali terjadi tidak pernah lebih dari 3 hari. Bahkan untuk beberapa kasus hanya berlangsung selama beberapa jam saja sehingga jauh lebih singkat jika dibandingkan dengan menstuasi.

Memang umumnya untuk menstruasi ini akan berlangsung 3 sampai 7 hari. Meskipun faktanya bisa lebih karena tergantung dari kondisi tubuh orang tersebut. Maka dari itu apabila pendarahan yang terjadi lebih dari tiga hari bisa dipastikan itu bukan implantasi.

  • Cara Melakukan Tes Kehamilan

Apabila Anda yakin yang dialami saat ini adalah pendarahan implantasi, maka jangan buru-buru mengeceknya. Hal ini karena secara garis besar, alat tes ini tidak bekerja di waktu darah tersebut keluar karena tingkat hormon yang terlalu rendah sehingga akan sulit terdeteksi adanya janin.

Waktu terbaik untuk melakukan tes kehamilan adalah setelah pendarahan berhenti. Minimal tiga hari sehingga hormon yang dimaksud bisa bekerja secara maksimal dan dapat dideteksi adanya janin. Alat untuk mengeceknya pun dapat ditemukan dengan mudah di berbagai apotek.

Bagaimana Jika Implantasi Tetapi Tidak Keluar Darah?

Sebenarnya untuk masalah seperti ini bisa berbeda-beda tergantung dari kondisi wanita itu. Bisa saja akan terjadi pendarahan atau justru sebaliknya yaitu tidak keluar darah sama sekali. Maka, jika ini terjadi Anda tak perlu khawatir karena bukan berarti tidak hamil.

Apabila Anda merasa yakin telah berada di fase implantasi tetapi tidak keluar bercak darah sedikitpun, maka jangan ragu untuk melakukan tes kehamilan. Akan tetapi, sebaiknya hal ini dilakukan 8 atau 10 hari setelah berhubungan badan.

Bahkan untuk melakukan tes dengan alat kehamilan ini pun bisa jadi memiliki tingkat sensifitas berbeda karena tergantung dari merk yang digunakan. Maka dari itu, setelah melakukan hubungan badan namun hasil uji testpack negatif jangan buru-buru percaya, melainkan konsultasikan dahulu.

Waktu Tepa Untuk Konsultasi ke Dokter

Implantasi merupakan pendarahan ringan dan dikatakan tidak akan berbahaya untuk si calon bayi maupun ibu. Namun, bisa jadi kondisi seperti ini sebagai tanda kehamilan tidak normal, misalnya jika setelah dilakukan tes dan ternyata positif, namun darah tak kunjung berhenti maka Anda harus tanya.

Bahkan sebagai tanda awal kehamilan, pendarahan seperti ini sudah seharusnya berhenti di hari ketujuh. Akan tetapi jika faktanya tidak demikian, maka Anda harus berkonsultasi kepada ahlinya seperti dokter atau bidan.

Sebenarnya implantasi adalah hal yang wajar sehingga tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Hanya saja jika ragu akan mempengaruhi kesehatan si bayi, maka tidak ada salahnya untuk pergi berkonsultasi. Namun, perlu diingat pula bahwa ini tidak semua wanita mengalaminya

Menurut riset hanya sebanyak 1/3 wanita saja yang mengalami gejala seperti ini sehingga jika Anda tidak termasuk yang merasakan tanda-tanda seperti itu jangan merasa khawatir.

Demikian informasi seputar pendarahan implantasi yang wajib diketahui oleh wanita apalagi jika sedang memasuki trimester pertama kehamilan. Memang tidak berbahaya, hanya saja jika diabaikan apalagi ketika darah tidak normal, maka bisa menjadi penyebab keguguran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *