Proses Mendengar pada Manusia

Posted on 68 views

Indra manusia merupakan hasil ciptaan Tuhan dengan banyak kelebihan yang diberikan. Mulai mata untuk melihat, lisan sebagai media berbicara dan hidung agar bisa membau. Keseluruhan fungsi tadi tidak terjadi begitu saja, namun melalui tahapan seperti salah satunya adalah proses mendengar.

Mengenal Organ Pendengaran

Sebelum membahas seperti apa proses mendengar terjadi perlu diketahui apa alat yang dipakai. Salah satu indra yang melakukan fungsi tersebut adalah telinga. Namun sebenarnya, masih dibagi lagi menjadi beberapa bagian berdasarkan lokasi serta tugasnya masing-masing.

Secara umum hal tersebut dibagi menjadi tiga macam. Pertama bagian luar lalu tengah kemudian terkahir adalah dalam. Suara yang keluar sebelum manusia mampu menangkap informasi berupa bunyi perlu dilewatkan tiga sisi tadi dengan lancar.

Supaya suara bisa sampai dengan baik, maka ketiga bagian tersebut perlu berfungsi secara optimal. Alasannya karena memang proses mendengar perlu memanfaatkan keseluruhannya secara berkesinambungan. Terdapat juga saluran lainnya yaitu eustachius untuk menjaga tekanan udara.

Setiap bagian memiliki fungsi dan tugas masing-masing agar proses mendengar bekerja dengan baik. Jika ada satu sisi saja yang kurang tentunya berpengaruh pada hearing process.

Bagian-bagian Indra Proses Mendengar

Jika ingin mengetahui bagaimana proses mendengar bekerja maka tadi sudah diberi gambaran umumnya. Namun, ada penjelasan mengenai bagian-bagiannya secara lebih rinci seperti erikut ini:

1. Telinga Bagian Luar

Pertama adalah telinga luar yang memiliki tiga buah bagian dengan fungsi berbeda. Namun bekerja secara kesinambungan agar suara dapat diteruskan menuju ke tengah. Cara kerja dari sisi ini umumnya mirip corong pengumoul gelombang suara untuk diteruskan lebih dalam.

  • Daun Telinga (Pinna/Aurikula)

Pertama adalah daun telinga atau dalam istilah organ disebut pinna atau aurikula. Secara fisik bagian itu terbentuk dari tilang rawan yang tersusun serta berbentuk khas. Desain unik tersebut memiliki tujuan supaya menyokong fungsi pemusatan gelombang bunyi.

Jika bekerja dengan baik, maka suara akan bisa sampai ke sisi lebih dalam yaitu bagian tengah. Apabila dilihat dengan mata telanjang tentu sudah kelihatan. Tidak semua orang memiliki bentuk daun telinga sama ada yang besar, namun secara fungsi sama.

  • Liang Telinga (Meatus Akustikus Eksterna)

Kedua ada liang telinga atau secara istilah disebut dengan meatus akustikus eksterna. Sisi ini lokasinya lebih ke dalam lagi namun masih termasuk di bagian luar. Terdapat kelenjar sudorifera penghasil serumen yang biasa dikatakan orang sebagai kotoran telinga mirip lilin.

Fungsi dari adanya serumen sendiri memiliki manfaat supaya bagian dalam terjaga. Organ ini menghambat agar jumlah kotoran luar yang masuk bisa lebih sedikit. Selain itu juga mempunyai bau kurang sedap guna menjaga agar berbagai serangga tidak mau masuk.

  • Gendang Telinga (Membran Timpani)

Terakhir biasa disebut dengan gendang telinga atau secara istilah adalah membran timpani. Bagian ini merupakan batas paling dalam dari sisi luar. Kemudian mempunyai fungsi menangkap gelombang bunyi untuk kemudian dirubah menjadi sebuah getaran.

Jika dijabarkan secara umum setelah tadi informasi berupa suara diterima di Pinna. Kemudian mengumpul dan diteruskan oleh liang telinga menuju membran timpani. Sesampainya di sana bunyi tadi dirubah menjadi getaran sebelum kembali dilanjutkan ke bagian tengah.

2. Telinga Bagian Tengah

Selanjutnya adalah masuk ke telinga bagian tengah yang mempunyai fungsi meneruskan suara. Setelah tadi berhasil melalui sisi luar maka akan sampai pada sini. Terdapat dua macam hal untuk dibahas lebih lanjut dibawah ini:

  • Susunan Tulang Pendengaran

Hal pertama dari bagian tengah telinga terbagi menjadi tiga tulang. Pertama ada martil atau maleus, lalu landasan yang dikenal dengan incus. Terakhir ada sanggurdi sering juga disebut dengan istilah stapes yang berbentuk unik.

Keunikan dari bentuk tulang-tulang yang ada pada bagian ini berbeda-beda. Namun tujuannya sama yaitu agar mampu mendukung fungsi penyaluran suara menuju ke dalam telinga. Pada prinsipnya lebih mirip dengan pipa penyambung getaran.

  • Tuba Eustachius

Berikutnya ada sebuah bagian lagi bernama tuba eustachius. Tujuannya sabagai penyambung maupun penghubung antara telingga tengah terhadap tenggorokan atau faring. Tujuannya agar keseimbangan tekanan udara pada sisi luar dan tengah sama.

Saluran eustachius memiliki karakter selalu menutup. Jika ingin dalam keadaan terbuka maka perlu dilakukan aktivitas tenggorokan menganga atau menelan. Kegiatan tersebut dibutuhkan ketika berada di dataran tinggi kemudian telinga berdengung yang disebabkan perubahan tekanan udara.

3. Telinga Bagian Dalam

Bagian dalam telinga mempunyai bentuk yang biasanya disebut dengan labirirn. Hal tersebut mengacu pada bentuknya yang menyerupai labirin. Sisi ini juga terbagi kembali menjadi tiga macam dengan fungsi serta kegunaan masing-masing. Berikut ulasannya:

  • Rumah Siput (Koklea)

Bagian pertama biasa disebut dengan umah siput atau secara istilah disebut koklea. Bentuknya sendiri mirip seperti tabung dengan desain bengkok kebelakang lalu melingkar antara 2,5 lingkaran. Ujung dari ini mempunyai dimensi kerucut sehingga mirip benda aslinya.

Jika belum tahu rumah siput sendiri mempunyai sekat-sekat dengan fungsi berbeda. Ada sisi atas, tengah dan bawah, yang mana dua di antaranya berisi cairan unik yaitu perilimfe juga endolimfe. Selain itu juga merupakan susunan penyokong serta sel rambut dengan sebutan korti

  • Kanalis Semisirkularis

Jenis kedua ada kanalis semisirkularis yang terdiri dari tiga macam saluran. Masing-masing tempatnya berbeda ada horizontal, belakang dan atas. Di dalamnya ada ampula dengan isi krista atau sel rambut disertai penunjang berbentuk menonjol.

Fungsi dari ampula adalah sebagai pengatur keseimbangan secara dinamis. Maksudnya membuat manusia sadar terhadap posisi kepala jika terjadi gerakan putaran maupun angular. Kegiatan tersebut informasinya dikirimkan ke vestibular di otak.

  • Vestibuli

Terkahir ada vestibuli yang merupakan bagian sentral pada labirin di tulang. Ini akan mengambil peran sebagai penghubung antara saluran semisirkular dengan koklea. Organ ini terbagi lagi menjadi dua macam bernama utrikula dan sakula.

Masing-masing terbentuk atas sel rambut dengan struktur khusus bernama marcula acustika. Posisi sakula sendiri berdiri atau secara vertikal sedangkan utrikula horizontal. Terdapat partikel yang ada di dalamnya bernama kalsium karbonat untuk pengatur kesadaran.

Jalannya Proses Mendengar

Setelah dijelaskan di atas mengenai bagian-bagian dari telinga, pastinya sudah paham bahwa keseluruhan proses perlu berjalan berkesinambungan. Tentunya hal tersebut harus didukung dengan kondisi telinga yang bagus.

Sejatinya, suara yang berasal dari sekitar selalu berupa getaran bunyi kemudian akan ditangkap oleh telinga bagian luar. Setelah itu baru dilanjutkan menuju ke saluran lalu tekanan dapat dirasakan oleh membran timpani.

Kemudian akan menyebabkan gendang telinga bergetar dan diteruskan pada susunan tulang pendengaran. Tujuannya agar getaran tadi diperkuat sebelum disampaikan ke sisi dalam untuk dikirimkan ke otak, namun sebelumnya informasi itu dirubah menjadi impuls listrik.

Setelah terbentuk, otak akan menangkapnya sebagai informasi suara. Dengan kata lain, sebenarnya telinga hanya berfungsi sebagai penerima layaknya antena. Namun bagian dalam tubuh manusia yang benar-benar melakukannya adalah otak. Proses mendengar merupakan sebuah aktvitas yang dilakukan manusia melalui telinga sebagai alat menangkap informasi bunyi sebelum dikirim dan diterjemahkan oleh otak agar bisa dimengerti. Sekian dan termimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *