Ureum Tinggi? Inilah Penyebab dan Cara Menurunkannya

Posted on 136 views

Kadar ureum tinggi dapat mengindikasikan bahwa ginjal Anda sedang dalam performa yang kurang baik. Hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti makanan ataupun aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, penting sekali menjaga pola hidup sehat serta menghindari kebiasaan buruk setiap hari.

Apa Itu Ureum?

Ureum merupakan hasil samping dari proses pemecahan protein beserta asam amino yang terjadi di dalam hati. Dapat dikatakan senyawa tersebut secara alami dihasilkan oleh tubuh. Pada dasarnya keberadaan zat sisa ini tidak menimbulkan efek kesehatan jika komposisinya normal dan tidak berlebihan

Setiap orang memiliki kadar ureum normal yang berbeda. Hal tersebut tergantung pada jenis kelamin serta usia seseorang. Pria dewasa ditetapkan batas kenormalannya sebesar 8-24 ml/dL, wanita 6-21 mg/dL sedangkan anak-anak umur 1-17 tahun sekitar 7-20 mg/dL. Jika lebih harus segera dikeluarkan.

Ureum mengandung berbagai macam senyawa seperti urea serta nitrogen yang merupakan zat sisa dari metabolisme protein dan asam amino. Keduanya bersifat toksik atau beracun jika tidak segera dikeluarkan dari tubuh. Hal ini tentu berbahaya terlebih jika ginjal seseorang mengalami gangguan.

Penyebab Kadar Ureum Tinggi

Penyebab utama kadar ureum yang tinggi adalah karena tidak berfungsinya ginjal dengan baik sehingga organ tersebut tidak bisa menyaring zat sisa metabolisme sekaligus membuangnya. Akibatnya, terjadi penumpukan di dalam darah. Hal ini dapat disebabkan oleh makanan ataupun gaya hidup, seperti:

  1. Berlebihan Dalam Mengonsumsi Makanan Berprotein

Protein merupakan salah satu makronutrien yang berfungsi sebagai zat pembangun dalam tubuh. Keberadaannya dapat ditemukan pada makanan seperti ayam, telur, kedelai, susu dan sebagainya. Namun, konsumsi salah satu nutrisi penting ini secara berlebihan justru menimbulkan efek kesehatan.

Protein yang terkonsumsi selanjutnya dipecah agar dapat diserap oleh tubuh. Sedangkan hasil sampingnya dibuang ginjal. Jika terlalu banyak mengonsumsi makronutrien ini, maka organ tersebut akan berkerja lebih ekstra. Hal ini tentu dapat membuatnya kelelahan apabila dilakukan secara terus menerus.

  1. Dehidrasi Tinggi

Sekitar 60% tubuh manusia terdiri dari cairan dan pada saat tertentu akan mengalami penurunan. Apabila tidak segera ditangani, maka dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Pada saat dehidrasi, organ tersebut tidak bisa memproduksi urine dengan baik sehingga sulit mengeluarkan zat sisa.

Jika zat tersebut tetap ada di dalam tubuh, maka akan terjadi penyumbatan protein otot pada ginjal. Hal ini menyebabkan kadar ureum meningkat di dalam tubuh. Oleh sebab itu, minum air putih secara teratur dan setiap hari sangat penting agar organ-organ sekresi tetap dapat bekerja dengan baik.

  1. Penyumbatan Saluran Kemih

Kandung kemih merupakan tempat yang berfungsi sebagai jalan keluarnya urine. Letaknya di sebelah uretra, persis sebelum terjadi proses pengeluaran. Adanya penyumbatan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pembesaran prostat, timbulnya kanker ataupun munculnya tumor.

Jika penyumbatan tidak segera diatasi, maka urine tidak dapat dikeluarkan secara maksimal. Hal ini menyebabkan zat sisa pemecahan protein dan asam amino akan tetap berada di dalam tubuh sehingga ketika diperika oleh tenaga medis, kadar ureum bisa terdeteksi tinggi.

  1. Gagal Ginjal

Ginjal merupakan salah satu organ penting yang bertugas mengeluarkan zat-zat sisa dari proses metabolisme. Hasil sampingan tersebut dapat bersifat toksik dan mempengaruhi kesehatan jika tidak segera dikeluarkan. Oleh sebab itu, tugas organ ini sangat penting dalam menjaga kestabilan tubuh.

Jika seseorang mengalami gagal ginjal, maka organ ini tidak bisa memproduksi urine sehingga proses pengeluaran zat sisa akan terganggu. Alhasil, kadar ureum dalam tubuh akan meningkat. Kegagalannya dalam melakukan produksi dapat dipicu oleh makanan kurang sehat, seperti junkfood dan minuman soda

  1. Kehamilan

Saat hamil, wanita akan mengalami perubahan fisiologis yang dapat mempengaruhi beberapa sistem organ termasuk ginjal. Selain itu, akibat peningkatan beban janin, efek hormonal, sekaligus sumbatan pada ureter semakin besar, mengakibatkan kesulitan saat mengeluarkan urine.

Kesulitan mengeluarkan urine mengakibatkan penumpukan kadar ureum. Semakin tua usia kehamilan, maka makin tinggi pula kandungan zat sisa tersebut di dalam tubuh. Oleh sebab itu, bagi ibu hamil sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan bergizi agar ginjal tetap bekerja dengan maksimal.

Cara Menurunkan Kadar Ureum dalam Tubuh

Tingginya kadar ureum dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai penyakti degeneratif. Oleh sebab itu, jika Anda sedang mengalaminya, segera periksakan ke dokter dan merubah pola hidup menjadi lebih sehat. Berikut beberapa cara untuk menurunkan konsentrasi zat sisa tersebut khusus untuk pembaca:

  1. Membatasi Asupan Protein

Protein memang menjadi salah satu nutrisi yang harus dipenuhi setiap hari. Namun, jika asupannya berlebihan, dapat mengakibatkan penumpukan ureum dalam tubuh. Apabila tidak dikurangi atau dibatasi, maka bisa mendatangkan berbagai penyakit degeneratif sehingga terjadi penurunan fungsi tubuh.

Pada umumnya, manusia membutuhkan asupan protein sekitar 50-60 gram per hari. Jumlah tersebut setara dengan mengonsumsi dada ayam seberat 200 gram tanpa tulang. Pastikan konsumsi dalam kadar yang cukup dan tidak melebihi standar yang telah ditetetapkan.

  1. Menjaga Kestabilan Cairan Tubuh

Tubuh manusia lebih dari setengahnya mengandung cairan. Air ini berfungsi untuk membawa zat-zat sisa untuk dialirkan melalui darah. Kemudian disaring oleh ginjal agar bisa dikeluarkan dalam bentuk urine. Jika asupannya tidak terpenuhi dengan baik, maka dapat terjadi dehidrasi.

Dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh menyebabkan zat-zat sisa tidak terangkut dengan baik sehingga pengeluarannya bisa terhambat. Oleh sebab itu, penting sekali untuk mengonsumsi air putih secara teratur setiap hari, yakni sebanyak 8 liter agar ginjal tetap sehat dan pengeluaran berjalan lancer.

  1. Mengonsumsi Banyak Serat

Serat merupakan zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Nutrisi ini tak hanya berfungsi untuk melancarkan sistem pencernaan namun juga bisa mengurangi kadar ureum di dalam tubuh. Bahkan keberadaannya dapat mengatasi penderita gagal ginjal. Tak heran pasien penyakit tersebut dianjurkan mengonsumsinya.

Untuk mendapatkan asupannya, Anda bisa mengonsumsi makanan yang mengandung serat seperti buah, gandum utuh, sayuran dan kacang-kacangan. Sumber pangan tersebut sangat mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari sehingga tidak perlu repot-repot mencarinya.

  1. Rutin Berolahraga dan Menjaga Pola Tidur

Olahraga memang menjadi andalan untuk menjaga tubuh tetap dalam kondisi prima. Dalam hal ini Anda cukup melakukan kegiatan ringah, seperti berjalan kaki, bersepeda atau melakukan pemanasan selama 10-15 menit setiap 3 hari sekali.

Selain itu, tidur yang cukup juga diperlukan agar proses regenerasi sel dapat berjalan dengan baik. Pasalnya organ-organ dalam tubuh juga membutuhkan waktu istirahat agar bisa berfungsi secara optimal dan hal tersebut dapat diperoleh ketika Anda sedang dalam keadaan terlelap.

Itulah beberapa ulasan mengenai penyebab dan cara menurunkan kadar ureum tinggi di dalam tubuh. Pastikan Anda melakukan kebiasaan bersih dan mengonsumsi makanan yang menyehatkan agar fungsi organ tetap dalam kondisi yang optimal. Salam hidup sehat luar biasa!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *